Monday, January 9, 2012

ASSIGNMENT BLOG: VIRUS, Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas Keamanan Jaringan Komputer (Computer Network Security) FTUI yang diampu oleh Bapak Muhammad Salman ST, MIT.
Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (Information and communications technology) telah membawa banyak manfaat bagi manusia. Pengolahan data terasa lebih mudah secara digital. Seiring dengan semakin tingginya ketergantungan kita terhadap teknologi, kepedulian kita terhadap ancaman kehilangan/kerusakan data yang akan mungkin dihadapi seharusnya juga meningkat. Jika tidak, kita akan banyak sering mengalami kerugian akibat pemanfaatan teknolgi tersebut. Salah satu ancaman yang mungkin sering di alami yaitu kehilangan data/kerusakan penting.
Dulu, saat awal pertama kali menggunakan komputer pribadi, bisa dikatakan kepedulian saya terhadap ancaman akan kehilangan/kerusakan data sangat rendah. Bahkan bisa dibilang tanpa pengetahuan dan perlindungan apa-apa. Dan hingga suatu hari..
Tanpa merasa curiga sedikit pun saya membuka sebuah e-mail yang dikirimkan teman saya. Tanpa mengkonfirmasi terlebih dahulu, saya mengklik link (tautan) yang ada di  konten (body) e-mail tadi. Dan akhirnya saya dihadapkan pada sebuah situs yang tidak jelas dalam artian sebenarnya (banyak banner iklan dimana-mana, muncul berbagai pop-up, dan notifikasi-notifikasi yang menginginkan saya mengklik di sana-sini). Saya pun sadar ini sudah tidak benar dan ingin segera menutup browser. Namun yang terjadi adalah, ketika saya ingin menutup browser-nya, diharuskan untuk menutup pop-up nya terlebih dahulu. Dan celakanya tidak disediakan tombol close di pojok kanan atas pop-up ataupun kotak dialog Cancel yang biasa ada. Tetapi yang ada hanya tombol Ok. Begitu tombol Ok di klik. Jendela browser lainnya bermunculan dan komputer jadi freeze dan tidak bisa merespon,  dan di shutdown secara paksa dengan menekan tombol power selama 5 detik. Begitu komputer dinyalakan kembali, selalu saja automatic restart dan begitu seterusnya.
Akhirnya, karena tanpa pengetahuan yang cukup dan tidak dapat berbuat apa-apa lagi, saya harus kehilangan data hardisk satu partisi komputer tersebut untuk diformat ulang, setelah sebelumnya dicoba dan di scan pada komputer lain yang menggunakan antivirus namun tidak juga membuahkan hasil.  
Setelah pengalaman demi pengalaman lainnya saya lalui, sebenarnya musibah di atas tidak perlu terjadi jika saja saya melakukan hal-hal pencegahan sebelumnya, menganalisis permasalahan sebenarnya, dan memberikan respon dengan kemungkinan kerugian terkecil. Misalnya sebagai berikut:
A.    Prevention
1)      Backup regularly
Buat salinan data secara teratur. Berdasarkan teori DRP (Disaster Recovery Plan) gunakan lokasi back up yang berbeda-beda, tidak satu tempat (baik fisik maupun metodenya). Misalnya:
a). Dengan membuat partisi hardisk menjadi beberapa bagian.
Begitu membeli komputer baru, langsung format jadi beberapa partisi. Minimal satu buah partisi buat OS atau Operating System, misal:WIND0WS (baca: drive C) dan satu buah partisi lagi didedikasikan untuk penyimapan data (baca drive :D). Dan jangan lupa setelah menginstal Sistem Operasi untuk mengubah lokasi My Document yang pada awalnya ada di drive:C menjadi di drive:D (caranya ubah target  folder pada properties-nya). Jika perlu buat partisi ke tiga untuk menginstal Operating Sistem lainnya atau “dual booting” (misalnya: Linux), tak perlu space banyak-banyak, sekitar 4GB pun sudah cukup. Hal ini mungkin berguna saat Sistem Operasi yang utama rusak/bermasalah sehingga tidak dapat masuk mengakses data, kita masih bias menyelamatkan data dengan masuk memalui Sistem Opersi kedua.
b). Siapkan tempat penyimpanan lainnya seperti flashdisk atau hardisk external
Setelah membuat salinan data di media ini (flashdisk, hardisk external, kartu memori CD/DVD, dan lain sebagainya) usahakan flashdisk atau hardisk external tersebut jangan dipergunakan lagi untuk transfer data sehari-hari.
            c). Gunakan Fasilitas penyimpana data online
Sederhananya, lampirkan (attachment) file penting di email anda. Sehingga saat dua langkah sebelumnya gagal, anda tak perlu khawatir, tinggal mendowload attachment saja dari email. Selain itu, saat ini sudah banyak tersedia beragam pilihan jasa penyimpanan file secara online baik gratis (hingga beberapa GBy) maupun berbayar (Unlimited). Misalnya google docs, 4shared, mediafire, dan banyak lagi yang lainnya.
Mungkin memang terlihat agak paranoid serta merepotkan jika melakukan semua ke-3 poin-poin di atas. Namun semua itu pun bisa dibilang masuk akal jika data yang diamankan sangat penting dan mendesak, katakanlah sofcopy data skripsi. J
2)      Persempit jalan masuk ancaman dengan memperkuat Firewall dan atau Antivirus
a). Install antivirus dan update secara berkala.
Gunakan antivirus yang sudah terpercaya. Mungkin ada yang berpendapat bahwa antivirus yang baik dapat dilihat dari banyaknya orang yang memakai. Tidak salah memang namun masih kurang tepat, sebab antivirus yang baik yaitu:
                                i.            Ekonomis
Harganya terjangkau, atau bahkan freeware. Tunggu dulu, ini jelas-jelas bukan kriteria memilih antivirus yang baik. Sebab No pain = No gain.
                                        ii.                 Jumlah database (jenis dan varian virus yang dapat dideteksi) yang melimpah,
                            iii.            Tercepat mengeluarkan update jika muncul virus baru (misalnya saat antivirus lain belum menemukan penawarnya –biasanya kan sudah hukum di alam bahwa ada penyakit dahulu baru ada obatnya-, antivirus yang baik telah mengeluarkan update agar virus tersebut dapat terdeteksi tak lama setelah kemunculan virus baru, bagaimana tidak cepat lha wong mereka juga yang bikin virusnya).
                            iv.            Cerdas menganalisa, maksudnya dia (baca: antivirus) mampu membedakan program atau software yang sekiranya berpotensi menimbulkan bahaya/merusak. Sehingga dapat dimungkinkan terjadi kasus dimana belum ada update mengenai suatu jenis virus baru, namun masih bias terdeteksi.
                              v.            Ada fitur-fitur lain.
Misalnya kemampuan me-recovery file yang sudah dirusak atau di hidden (di ubah oleh virus properties-nya sehingga tidak terlihat di jendela explorer) virus, mampu melakukan pengambilan keputusan sendiri berdasarkan peraturan yang dibuat user ataupun tidakan-tindakan user sebelumnya. Selain melindungi dari serangan virus, saat ini juga banyak yang dilengkapi fitur keamanan dalam jaringan (saat terhubung ke internet misalnya, dapat memberitahukan sebuah situs aman atau tidak untuk dibuka).
b). Manfaatkan firewall maupun update celah keamanan system operasi yang digunakan. Pihak penyedia system operasi biasanya selalu mengupdate secara berkala untuk menanggulangi pihak-pihak yang ingin memanfaatkan celah pada Sistem Operasi. Kalau perlu tambahkan pengaman pihak ketiga, baik itu dari antivirus maupun software khusus firewall.  
B.     Analysis
Berdasarkan musibah yang terjadi di awal tadi. Dapat kita ketahui bahwa kelemahan terjadi pada dua sisi.  
1)      Pengetahuan user yang minim serta kurang peduli dengan masalah keamanan
Dalam hal ini user seharusnya tidak boleh membuka link, attachment, ataupun file sembarangan, biarpun materi tersebut berasal dari orang yang kita kenal baik. Sebab, perlu diingat bahwa pihak yang sedang menggunakan sebuah identitas (email misalnya) adalah orang/pihak yang memiliki autentikasi (password email misalnya) atas identitas tersebut.  Katakanlah pada kasus di atas memang benar link jebakan tadi dikirim melalui e-email orang yang dikenal, namun tindakan pengiriman belum tentu dilakukan si pemilik email yang berhak.
Begitu mengetahui link yang dibuka merupakan jebakan  dan serangan tersebut telah men-disable pilihan tombol untuk exit,  seharusnya user memanaatkan fitur kill yang ada pada Task Manager.
2)      Sarana pendukung keamanan yang kurang.
Belum ada proses pem-back-up-an data yang baik dan tidak ada antivirus serta tidak terupdate-nya firewall mempersulit penanganan.
C.     Response  
Setelah menerapkan langkah-langkah antisipasi dan menganalisa kesalahan yang telah terjadi, sekitar 5 tahun sudah sejak musibah tersebut terjadi, saya belum pernah lagi mengalami ancaman kehilangan data yang begitu fatal seperti saat itu. Tentunya jika hal-hal yang diungkapkan di sini kita lakukan, tidak serta merta membuat kita bebas dari ancaman. Sebab seringing perkembangan teknologi, metode, trend, serta frekuansi ancaman yang dihadapi juga semakin tinggi. Untuk itulah yang paling utama menurut saya adalah kesadaran user terhadap bahaya ancaman yang mungkin akan di hadapi. Mengenai teknik dan trend yang terjadi dapat dipelajari dengan melihat perkembangan yang ada di sekitar kita.

Referensi:
Ø  Slide kuliah keamanan jaringan komputer FTUI 2011
Ø  http://agussale.com/9-langkah-melindungi-komputer-dari-virus
Ø  http://it-newbie.blogspot.com/2011/12/8-tips-ampuh-mengamankan-komputer-dari.html
Ø  http://www.tasikisme.com/index.php?option=com_content&view=article&id=173:amankan-data-komputer-anda&catid=38:tasikisme-tips&Itemid=58

Tuesday, September 27, 2011

Potential security problem and challenge: Piracy of digital content in movie/music distribution.

Potential security problem and challenge: Piracy of digital content in movie/music distribution.
Piracy of digital content atau pembajakan konten digital. Perkembangan dunia telekomunikasi khususnya teknologi komputer telah memudahkan manusia dalam berbagai bidang. Salah satu contoh misalnya pengkonversian segala macam bentuk materi ataupun karya cipta (baik itu tulisan/buku, gambar, lagu, film dan sebagainya) ke dalam format digital. Karena dengan format digital akan mempermudah kita dalam proses penyimpanan (kita tidak membutuhkan ruangan fisik yang besar), pencarian (cukup mengetikkan keyword-nya saja), pemindahan (dapat ditransfer melalui jaringan), dan lain sebagainya, termasuk dalam hal penggandaan. 

Seorang mahasiswa tidak lagi direpotkan dengan membawa satu tas penuh berisi buku teks karena buku yang ia baca sudah dalam format softcopy (baca=PDF). Begitu pula industri musik dapat dengan mudah menggandakan rekaman sebanyak yang ia ingin produksi. Namun disisi lain kemajuan teknologi digitalisasi yang didukung kemajuan akses internet pada semua lapisan, menghasilkan permasalahan yang cukup pelik. Dimana banyak konten digital tersebut diperoleh pengguna tanpa membeli secara legal. Kemudahan penggandaan konten digital seperti yang telah disebutkan tadi mengakibatkan tumbuh suburnya pembajakan atau Piracy of digital content. 
Menurut Vivanews, dari survei terbaru yang dilakukan, satu dari dua orang pengguna internet mendownload musik, film, dan siaran TV secara ilegal dari internet. Perilaku memperoleh konten digital tersebut telah merugikan industri hiburan hingga senilai US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp12 triliun per tahun.
Kalau dulu di era analog, sebuah buku teks yang di kopi secara ilegal,  antara yang asli dengan hasil kopian dapat dengan mudah di bedakan. Namun saat semua sudah terdigitalisasi, sangat sulit membedakan mana yang asli dan mana yang merupakan hasil copy dari yang asli.
Oleh karena itu untuk menekan pembajakan konten digital berbagai cara telah dilakukan diantaranya dengan menerapkan Digital Right Management (DRM), watermarking, serta audio watermarking.
Digital Right Management (DRM) atau Manajemen hak digital adalah istilah untuk teknologi kontrol akses yang digunakan oleh produsen perangkat keras, penerbit, dan individu pemegang hak cipta untuk membatasi penggunaan konten digital dan perangkat. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan setiap teknologi yang menghambat penggunaan konten digital yang tidak diinginkan atau dimaksudkan oleh penyedia konten. Namun dari sisi pengguna, DRM menjadi sebuah kontroversi karena tiga hal yaitu : tradisi dan budaya web yang identik dengan kebebasan dalam mengakses semua informasi, konsekuensi yang tidak diinginkan dari DRM dalam pembatasan penggunaan media digital yang diperoleh secara legal dalam cara sederhana tidak terbatas pada media lain, dan tentang skema DRM yang sangat rumit.
Watermarking adalah praktek pengubahan sebuah hasil karya cipta yang tidak terlihat (oleh pengamatan umum) dengan menyisipkan sebuah pesan tentang hasil karya tersebut tersebut.  Pekerjaan yang dimaksud adalah lagu, video atau gambar.  Watermark sebenarnya merupakan pengembangan dari steganografi. Agar efektif  sebuah watermark harus bersifat imperceptible  terhadap  host-nya, terpisah untuk mencegah penghilangan ilegal watermark, mudah diekstrak oleh pemilik dan tahan terhadap distorsi insidental maupun kesengajaan.
Sedangkan digital audio watermarking menurut Czerwinski. Fromm, & Hodes didefinisikan sebagai sebuah proses penyisipan bitstream khusus oleh user ke dalam konten audio digital dimana dengan adanya penambahan watermark (bitstream) tersebut tidak signifikan secara penampakan langsung.

            Berbagai metode tersebut diharapkan dapat menekan pembajakan konten digital. Namun hingga saat ini pembajakan konten digital masih saja marak. Hal ini diakibatkan beberapa oleh beberapa hal. Penghilangan tanda watermaking “masih dimungkinkan” dilakukan oleh pihak-pihak peretas yang mengatas namakan kebebasan informasi. Situs-situs sharing konten digital masih menjamur, sebut saja ****web***.com semua konten dapat diunduh gratis oleh pengguna. Sebuah film dapat beredar di internet sebelum tanggal launching –nya.
Berbagai kemudahan untuk mengakses konten digital tersebut dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap hak cipta serta diiringi kurang kuatnya penegakan hukum di bidang cyber, sangat menghambat perlindungan konten digital.
Akhirnya, menurut saya pribadi, mengingat teknologi untuk melindungi konten digital versus faktor pendorong pembajakan masih terus berkembang pesat, sesungguhnya saat seseorang mengubah hasil karya ciptaannya ke dalam format digital, sebenarnya dia telah menyatakan hasil karyanya tersebut siap untuk digandakan oleh siapapun. (Computer & Network Security Lecture, FTUI)


Reference:
Digital Right Management (DRM) dan Audio Watermarking untuk Perlindungan Hak Cipta pada Konten Musik Digital, Nuryani
www.jurnal.informatika.lipi.go.id/index.php/inkom/article/view/6
http://teknopreneur.com/musik-digital/industri-digital-vs-industri-musik
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/13971/Pembajakan-Konten-Musik-di-Indonesia-Masih-Tinggi

Friday, September 16, 2011

Logo Google Hari ini, Albert Szent-Györgyi de Nagyrápolt

Albert Szent-Györgyi de Nagyrápolt. Tidak seperti biasanya, hari ini mesin pencari Googel mengubah tampilan halaman awalnya menjadi logo yang berhubungan dengan ilmuawan ternama, Albert Szent-Györgyi de Nagyrápolt. Saat anda mengklik logo Google tersebut, secara otomatis anda akan dibawa ke halaman pencarian google mengenai AlbertSzent-Györgyi de Nagyrápolt. Albert Szent-Györgyi de Nagyrápolt merupakan seorang physiologist Hungaria. 

Albert Szent-Györgyi de Nagyrápolt dilahirkan di Budapest, Austria-Hongaria, 16 September 1893 meninggal di Woods Hole, Massachusetts, Amerika Serikat, 22 Oktober 1986 pada umur 93 tahun, seorang biokimiawan Amerika kelahiran Hongaria, adalah tokoh pertama yang mengisolasi vitamin C, dan penelitiannya pada oksidasi biologi menjadi dasar siklus asam sitrat Krebs. Penemuannya pada sifat biokimia kontraksi otot merevolusionerkan bidang penelitian otot. Karier terakhirnya dicurahkan untuk penelitian dalam biologi "submolekuler", menerapkan fisika kuantum pada proses biologis. Ia khususnya tertarik dalam kanker, dan merupakan tokoh pertama yang menjelajah hubungan antara radikal bebas dan kanker. Szent-Györgyi memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran 1937 untuk karyanya pada oksidasi biologis dan vitamin C, dan Albert Lasker Award for Basic Medical Research pada 1954, untuk sumbangan pada pemahaman penyakit kardiovaskular melalui penelitian otot dasar.

Saturday, September 10, 2011

Krisis Parah, Masih Ada Harapan..

Krisis parah
Krisis Parah, Masih Ada Harapan..
Kita mengalami krisis parah di berbagai bidang, tetapi tetap memiliki potensi untuk menjadi bangsa sukses. Kita memiliki kekayaan alam dan laut yang masih memadai. 

Bangsa yang Ingin Berubah

Wartawan Kompas, A Tomy Trinugroho, menulis headline ‘China Mengulang Sejarah' di koran Kompas, Minggu 3 Agustus 2008. China menjadi tuan rumah peristiwa olahraga terbesar di dunia, Olympiade Beijing yang dimulai pada tanggal 08-08-08. Peristiwa besar sebelumnya adalah peresmian ‘Kota Terlarang' yang spektakuler pada perayaan Tahun Baru Tionghoa 1421 (870 SM), dengan mengundang raja dan duta besar dari Asia, Afrika, dan negara-negara kawasan Samudra Hindia.

Ingin menjadi lebih baik

Tiongkok (orang Inggris menyebutnya 'China') ingin menjadikan dirinya sebagai tuan rumah Olympiade yang baik yang akan dikenang sepanjang masa. Tiongkok ingin menggunakan kesempatan ini untuk memamerkan ke seluruh dunia kemajuan yang telah mereka capai sebagai sebuah bangsa, bukan hanya di bidang olahraga, tetapi juga politik, ekonomi dan sosial.

Pemerintah Tiongkok mengucurkan 40 miliar dolar AS untuk membangun infrastruktur baru. Untuk mewujudkan janji mereka menggelar Olimpiade yang 'hijau', disediakan 13 miliar dolar AS untuk memperbaiki kualitas lingkungan Beijing yang merupakan salah satu kota berpolusi tinggi di dunia. Khusus untuk membangun 3.700 toilet baru di seluruh Beijing dikeluarkan biaya 40 juta dolar AS. Dengan semua pengeluaran ini, Olimpiade Beijing adalah olimpiade termahal.

Untuk menjadi tuan rumah yang baik, Tiongkok tidak hanya melakukan pembangunan fisik saja, tetapi juga berusaha mengubah kebiasaan "kampungan" warga Beijing. Pemerintah Tiongkok mengedarkan 4,3 juta buku panduan mengenai tata krama bagi warga Beijing. Diantaranya: jangan berpakaian norak dengan lebih dari tiga warna, jangan berkaus kaki putih dengan sepatu hitam, tidak boleh memakai piyama di tempat umum, denda 50 yuan (sekitar Rp50.000) bagi warga yang meludah di tempat umum. Bagi warga yang akan masuk ke lift, berikan kesempatan kepada orang yang berada di dalam untuk keluar terlebih dahulu.

Wartawan Kompas lainnya, Abun Sanda, pada 5 Pebuari 2008 juga melaporkan usaha pemerintah Tiongkok mengubah kebiasaan buruk masyarakat Tiongkok yang suka meludah sembarangan. Suatu waktu di Shanghai, terdengar dua polisi yang membentak dua pemuda tampan, "Anda tidak beradab, meludah sembarangan. Wajahmu saja yang bagus, kelakuanmu buruk!". Dua pemuda itu pucat dan bergegas pergi.
Masa Suram

Ada suatu anekdot di tahun 60-an, ketika cukup banyak orang Tionghoa di Indonesia yang kembali ke daratan Tiongkok. Saudara-saudaranya yang masih di Indonesia berpesan, beri kabar kepada kami mengenai kehidupan kalian disana. Berhubung ketatnya sensor pemerintah Tiongkok Komunis atas surat-surat yang dikirim keluar negri, maka mereka memutuskan menggunakan foto: "Jika kehidupan baik, kami berpose dengan posisi duduk; jika biasa-biasa saja, posisi berdiri; jika hidup susah, berpose jongkok." Setahun kemudian saudara-saudaranya di Indonesia menerima foto mereka dalam pose ... tiarap!

Dalam sejarah, Tiongkok adalah negara besar. Sejarah mereka sudah dimulai sejak 6000 tahun lalu, ketika bangsa-bangsa Eropa masih primitif. Budaya, agama dan aksara mereka diadopsi oleh bangsa Jepang, Korea dan Vietnam. Namun intrik-intrik kekuasaan di lingkungan istana dan korupsi yang merajarela telah menghancurkan bangsa ini, sehingga Tiongkok bisa dikuasai oleh bangsa Mongol (dinasti Yuan, tahun 1279-1368), dan bangsa Manchuria (dinasti Qing, tahun 1644-1912), dan oleh Jepang di tahun 1930-an. Perang saudara antara kelompok Komunis dan Nasionalis diakhiri dengan mengungsinya rejim Chiang Kai Sek ke pulau Formosa (Taiwan).
Ketika kelompok Nasionalis sedang giat membangun di Taiwan (saat ini Taiwan dengan penduduk 23 juta telah menjadi sebuah negara maju dengan cadangan devisa USD 273 milyar, ranking no.5 di dunia), intrik politik rejim komunis Tiongkok melahirkan 'Revolusi Kebudayaan' yang dipimpin istri Mao Zedong untuk menghancurkan semua orang yang dianggap tidak sepaham dengan ajaran Mao. Revolusi berdarah ini berlangsung antara 1966 hingga 1976, dan negara Tiongkok benar-benar tertutup untuk luar. Setelah kematian Mao di tahun 1976, beberapa tokoh mulai menyingkirkan tokoh-tokoh Revolusi Kebudayaan dan membangun kembali Tiongkok. Deng Xiaoping yang nyaris menjadi korban Revolusi Kebudayaan mulai menetapkan arah pembangunan Tiongkok, dan membuka hubungan dengan dunia luar, sehingga pada tahun 1978 majalah TIME menjulukinya 'Man of the Year'.

Tiongkok yang Sukses

Sukses Ekonomi. Saat ini Tiongkok menjadi negara yang sangat kuat ekonominya. Dari cadangan devisa 2,3 milyar dolar Amerika di tahun 1977 (Kompas, 5 Pebuari 2008), kini telah menjadi 1,8 triliun dolar Amerika, rangking No.1 di dunia, jauh meninggalkan ranking No.2 Jepang yang memiliki 1,0 triliun dolar Amerika (Indonesia berada di ranking no.25 dengan 59 milyar dolar Amerika). Mereka kini menghasilkan 8% dari total produk manufakturing dunia. Produsen baja terbesar dengan 422 juta metric ton, sedangkan Jepang di ranking no.2 dengan 116 juta ton. Negara yang dulu kota-kotanya dipenuhi sepeda, kini adalah produsen mobil terbesar no.3 di dunia dengan 8,8 juta unit, di belakang Jepang dan AS. Prestasi spektakuler bangsa ini di bidang ekonomi akan terlalu panjang untuk ditulis disini. Di belahan dunia manapun saat ini hampir dipastikan ada produk 'made in China'. Semakin banyak orang kaya bermunculan di Tiongkok.

Prestasi Olahraga. Sebagai tuan rumah Olympiade, mereka kali ini berkesempatan menduduki ranking no.1, setelah pada Olympiade 2004 menduduki ranking no.2, tahun 2000 ranking no.3, tahun 1996 ranking no.4.

Perubahan Kebiasaan. Bagi orang-orang yang berkunjung ke Tiongkok 4-5 tahun sekali, pasti akan merasakan perubahan besar di negara ini. Bukan saja pembangunan fisik yang maju pesat, tapi juga tata krama dan ketertiban manusianya di perkotaan juga semakin baik, setelah sekian puluh tahun dicekoki paham "sama rata sama rasa" (baca: sama-sama miskin). Di akhir 2006 ketika saya naik mobil teman di Guangzhou, petugas-petugas gerbang tol dengan ramah menyapa "selamat pagi/siang, apa kabar"; setelah kita membayar, mereka mengucapkan "selamat jalan". Luar biasa! Di banyak tempat masyarakat sudah mulai mengerti 'antrian'. Ketika menghadiri pameran di kota itu pada tahun 2002, masih sebagian pebisnis yang berpameran berlaku judes. Di akhir tahun 2006 tempat pamerannya empat kali lebih besar, semua pebisnis yang saya temui sangat ramah, dan banyak yang berbahasa Inggris dengan bagus. Petugas di restoran dan hotel juga ramah. Bangsa ini memang sudah berubah, dan ... masih berubah, kearah makin sukses.

Pelajaran apa yang bisa kita tarik dari cuplikan peristiwa bangsa Tiongkok masa lalu dan sukses mereka saat ini?

Kehancuran karena intrik politik dan korupsi

Intrik-intrik politik di kalangan istana dan korupsi para pejabat telah menghancurkan kekaisaran Tiongkok masa lalu. Revolusi Kebudayaan yang dilancarkan 'the gang of four' pimpinan istri Mao membawa bangsa ini pada kehancuran.

Ingin maju harus makin tertib dan disiplin

Pemerintah Tiongkok berusaha mendidik masyarakatnya makin tertib dan disiplin. Memang tidak mudah, tapi hasilnya mulai kelihatan. Ketika PM Lee Kuan Yew berhasil mendisplinkan masyarakat Singapura, banyak orang Indonesia berkata, "Singapura hanya berpenduduk 3 juta, sedangkan kita 200 juta." Pemerintah Tiongkok dengan penduduknya yang 1,3 milyar tidak banyak berdalih, mereka berusaha mencari solusi dan bertindak.

Budaya positif yang membentuk karakter bangsa

Ada beberapa budaya positif yang membentuk karakter bangsa Tiongkok, yang merupakan modal menuju sukses, antara lain:


Kewirausahaan (entrepreneurship) . Bangsa Tiongkok memang memiliki jiwa 'entrepreneurship' sejak jaman dulu, mempunyai riwayat bisnis yang panjang. Merekalah penemu kertas, sutera, kompas, mesiu, petasan, pencetakan, keramik, baja, pompa air, sempoa, dan masih banyak lagi. Jalur perdagangan di Asia yang paling terkenal di jaman dahulu 'Jalan Sutera' (Silk Road) dirintis oleh Dinasti Han pada tahun 114 SM terbentang dari Tiongkok ke Persia, India, Arab, Mesir, dan melalui laut hingga ke Eropa Selatan dan pulau Jawa, dengan total sekitar 8000 km.
Di jaman modern, mereka berhasil membuat bom atom pada tahun 1964, dan meluncurkan peluru kendali nuklir di tahun 1966. Tahun 1970 mereka berhasil mengirimkan satelit ke ruang angkasa dengan roket. Mesin dan produk 'made in China' sudah dikenal di Indonesia sejak 1950an, modelnya sederhana tetapi kualitasnya lumayan, tahan lama. Saat ini mereka dengan cepat bisa meniru produk bangsa lain, dan mampu membuatnya dengan baik, dengan harga jauh lebih murah. Jika Anda ingin barang berkualitas tinggi mereka bisa buatkan; mau yang murah-meriah, mereka juga layani.
Kerja keras. Jumlah penduduk yang besar, daerah subur yang terbatas, sering terjadi bencana alam banjir dan gempa bumi, penguasa yang korup, menyebabkan sebagian besar penduduk Tiongkok hidup dalam kemiskinan sejak jaman dahulu. Tanpa kerja keras mereka akan mati kelaparan, terutama di musim dingin.

Di awal tahun 1990-an beberapa perusahaan besar di Indonesia mendatangkan pekerja-pekerja dari Tiongkok. Alasannya: rajin, disiplin, tidak banyak bicara, tidak neko-neko, trampil. Insinyurnya tidak hanya bisa bekerja di belakang meja, tapi biasa dengan pekerjaan lapangan.

Indonesia mulai membangun jalan tol 1975, kini baru memiliki 700 km. Sedangkan Tiongkok yang baru memulainya tahun 1984, kini memiliki 100.000 km! Jakarta saat ini mempunyai dua jalan lingkar Jakarta. Beijing yang membangunnya belakangan sudah mempunyai lima jalan lingkar kota.

Bagaimana dengan keadaan bangsa kita?

Dimulainya reformasi pada tahun 1998 dengan lengsernya pak Harto ternyata tidak membawa bangsa kita menuju arah yang makin baik, bahkan sebagian kalangan kuatir Indonesia akan menjadi bangsa yang gagal! Desentralisasi kekuasaan memunculkan "raja-raja kecil" di daerah, banyak pejabat daerah sudah tidak "takut" kepada Pusat. Korupsi malah makin mengganas hingga ke lembaga yang mustinya menindak korupsi.
Kita sedih melihat banyak anggota masyarakat kita yang makin tidak tertib di jalan (hampir merata di seluruh Indonesia), baik yang naik sepeda motor maupun mobil. Sedihnya lagi ... seringkali dibiarkan oleh petugas. Orang yang tidak tertib di tempat umum, biasanya juga tidak tertib di rumah dan di perusahaan. Prestasi apa yang bisa diharapkan dari orang-orang yang demikian?

Indonesia memiliki banyak pedagang, tetapi kekurangan entrepreneur (wirausaha). Pedagang hanya memikirkan membeli-menjual- untung. Tidak menciptakan nilai tambah. Tokoh bisnis Indonesia, Ir Ciputra mengatakan bahwa setiap bangsa harus mempunyai minimal 2% entrepreneur. Indonesia membutuhkan 4,4 juta wirausaha yang mampu meningkatkan nilai tambah produk Indonesia.

Harapan Menuju Sukses
Meskipun saat ini Indonesia mengalami krisis parah di berbagai bidang, tetapi tetap memiliki potensi untuk menjadi bangsa sukses. Kita memiliki kekayaan alam dan laut yang masih memadai. Yang kita perlukan saat ini adalah pemimpin yang mempunyai visi membangun Indonesia yang kuat dan makmur, berkarakter kuat, berani membuat keputusan dan berani bertindak. Kualitas pemimpin yang demikian diharapkan bisa membawa bangsa Indonesia keluar dari keterpurukan.
(Bang DSudrajat).

Tuesday, July 19, 2011